Kemarin, sekitar pukul empat sore, aku melangkah gontai menuju kampus. Meski acara Chem-Bond terlihat heboh di depan Lab. Kimia, tapi Lab. Biologi malah sepi. Ya, itu hari Sabtu, tak ada kegiatan perkuliahan, biasanya. Dengan netbook di tangan, aku melangkah ke tempat itu. Ya, tidak ada destinasi lain selain tempat itu. Tempat yang membuat aku lupa bahwa beban pikiran itu ada, selalu, tapi hilang seketika saat bertemu teman-teman di sini.
Tempat ini seperti kehilangan nyawa di saat-saat seperti ini, dan aku benci itu. Bagiku ini tempat yang akan mengalahkan kehebohan Chem-Bond jika dipenuhi oleh orang-orang berwarna itu. Orang-orang berwarna yang semula terlihat sama namun kemudian mulai menunjukkan warna masing-masing. Dan tempat ini hanyalah wadah putih yang terlihat hampa tanpa warna mereka.
Aku sadari atau tidak, perlahan ada tarikan yang membuat teman-teman juga melangkahkan kaki ke tempat ini. Aku atau bukan, aku tak peduli. Hanya saja aku senang mereka menambah warna pada tempat ini. Dalam kehampaannya tempat ini seakan bercerita, jika warna itu tidak bertambah maka warna itu berganti.
Orang-orang berwarna yang pernah atau tengah menghiasi tempat ini, aku tak ingin mereka memudar dan menjauh. Tapi, mereka juga harus menunjukkan warna mereka di tempat lain... maka aku tak punya hak untuk menahannya... karena itu baik... baik untuk mereka... baik untuk semua orang... Dan itu karena tak ada makhluk hidup yang stagnan... maka bergeraklah, menuju apa yang baik untuk dirimu dan orang banyak.
"Apa kau sedih mereka pergi?"
"Ya."
"Tapi mereka mengejar mimpi-mimpi terbaik mereka."
"Ya, aku tahu. Ini hanya keegoisanku saja, aku tak bermaksud menahannya."
"Apa kau menangis?"
"Mereka yang menangis."
"Apa kau juga menangis?"
"Itu hanya akting."
"Kau menangis atau tidak?"
"Ya..."
Tak ada yang mau ditinggalkan, bahkan tempat ini, jika ia bisa bicara maka ia juga akan bilang 'tidak mau'. Mungkin ia merasa cukup untuk ditinggalkan di malam hari, dan kembali tersenyum pada pagi hingga sore hari, karena banyak warna yang menghiasi. Atau mungkin ia juga membenci Sabtu dan Minggu, karena ia merasa kembali hampa, sama seperti malam-malam yang ia lalui setiap hari.
Dan aku berharap nanti kita akan kembali ke tempat ini, menghiasinya lagi dengan warna masing-masing dan tertawa bersama mengulang cerita saat kita berada di sini, beberapa waktu lalu... :)



